Badan Narkotika Nasional (BNN) Membongkar Sebuah Gudang Sekitar 3,37 Ton Narkotika Jenis Kuncup Bunga (Cannabis Buds) Di Kawasan pergudangan di Kabupaten Gresik

ef9abed48d51575cbf3a69317ae8b3b9

GRESIK – Kawasan Pergudangan Prambanan Bizland di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, mendadak menjadi perhatian nasional setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap sebuah gudang yang diduga menjadi lokasi produksi narkotika jaringan internasional, Kamis 2 Juli 2026.

Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar sebuah gudang sekitar 3,37 ton narkotika jenis kuncup bunga (cannabis buds) di sebuah gudang kawasan pergudangan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Petugas awalnya curiga adanya kontainer dari Thailand yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok.

Gudang yang berada di kawasan logistik tersebut diduga difungsikan sebagai laboratorium narkotika tersembunyi. Dari luar, bangunan tampak seperti gudang biasa sehingga tidak menimbulkan kecurigaan masyarakat maupun pelaku usaha di sekitar lokasi.

Pantauan di lokasi menunjukkan area konferensi pers yang berada tepat di samping gudang dipenuhi barang bukti hasil pengungkapan kasus. Tumpukan barang bukti memenuhi hampir seluruh lantai tenda yang disiapkan BNN.

Puluhan hingga ratusan koper berbagai ukuran disusun mengelilingi lokasi konferensi pers. Di bagian tengah terlihat ratusan paket yang dibungkus aluminium foil dan plastik, serta sejumlah karung dan kantong besar yang masih tertutup kain putih.

Seluruh barang bukti dipajang di depan panggung utama yang bertuliskan “Pengungkapan Narkotika Jaringan Internasional”. Konferensi pers tersebut digelar Badan Narkotika Nasional bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Lokasi penggerebekan berada di salah satu kawasan pergudangan terbesar di Kabupaten Gresik yang selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas logistik dan distribusi barang.

Secara kasat mata, bangunan gudang tidak memiliki ciri-ciri khusus yang menunjukkan adanya aktivitas produksi narkotika. Kondisi tersebut diduga menjadi alasan laboratorium tersebut mampu beroperasi tanpa menarik perhatian lingkungan sekitar.

Pengungkapan ini menjadi salah satu operasi besar yang dilakukan BNN dalam membongkar laboratorium narkotika tersembunyi yang diduga terhubung dengan jaringan peredaran narkoba lintas negara.

Hingga berita ini ditulis, petugas masih melakukan penjagaan ketat di sekitar lokasi. Sejumlah personel BNN, Bea dan Cukai, serta aparat keamanan tampak bersiaga di kawasan pergudangan.

Rincian mengenai jenis narkotika yang diproduksi, jumlah barang bukti yang disita, identitas para tersangka, serta modus operandi jaringan internasional tersebut akan disampaikan langsung oleh Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto dalam konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 WIB.

BNN memastikan pengembangan kasus masih terus dilakukan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam operasional laboratorium narkotika tersebut, termasuk jalur distribusi bahan baku maupun pemasaran hasil produksinya. [Hendra]