Juni 18, 2026

Diduga Perjudian 303 Sabung Ayam APH Seakan-akan Tutup Mata

IMG-20260617-WA0254

‎Sidoarjo – Tempat sarang perjudian sabung ayam itu berdiri dengan tenang dan terbuka, tiada rasa was-was Kegiatan yang dimulai mulai jam 12.00 -siang sampai malam hari di wilayah Desa Dong Pandan Jabon sidoarjo.

Dengan sangat ramai sekali orang-orang dan berdesak-desakan, uang berpindah tangan ratusan ribu sampai jutaan Ini bukan rahasia lagi, sudah bertahun-tahun berjalan, sampai hari ini masih bebas, tak pernah tersentuh sedikit pun.

Padahal jarak ke Pos Polisi dan markas Polsek cuma kurang lebih 3 km, patroli lewat setiap hari, petugas lewat depan hidung mereka. Tapi apa yang terjadi? Mereka sengaja memalingkan muka, pura-pura tuli, hukum dianggap tak ada.
(17/6/2026).

‎“Jangan tanya berani atau tidak. Di sini, mereka merasa lebih berkuasa daripada negara sendiri. Tidak ada rasa takut, tidak ada sembunyi-sembunyi. Kalau ada mobil polisi lewat, mereka malah makin berisik, makin semangat main. Karena mereka tahu: polisi yang lewat itu bukan penegak hukum, tapi pengawal bayaran mereka,” tegas narasumber kami, warga lama yang tinggal persis di sebelah lokasi, suaranya gemetar menahan amarah.

‎Narasumber menjelaskan aktifitas ini buka setiap hari dan Panitia bernama inisial DIK SAMA KREK, ‎Semua berpusat pada satu nama: oknum petugas inti di Polsek Jabon Nama itu jadi jaminan mutlak, jadi seakan-akan kebal hukum.

‎“Urusan mereka sudah beres sejak lama, setiap usai permainan, langsung setor ke tangan APH kadang diantar sampai ruang kerjanya di kantornya, Uang itu yang membelenggu mata, menutup telinga, mematikan hati nurani. Makanya mereka berani berteriak ke siapa saja kami punya urusan beres Itu penghinaan paling kotor buat kami warga, buat hukum Indonesia,” katanya tajam.

‎Sudah berkali-kali warga mengadu, melapor resmi ke meja Polsek dan kirim surat, sampai berani bicara terbuka, Tapi hasilnya nol Laporan hilang, dibilang “tidak ada bukti” atau malah pelapornya yang diancam diam-diam: “Diam atau kamu yang kena masalah”. Siapa yang berani melawan kalau pelindung hukumnya sendiri yang jadi bik boos bisnis haram?.

‎Di Dong Pandan Jabon sabung Ayam jadi penguasa nyata, mereka merusak ekonomi warga, bikin banyak keluarga hancur, utang menumpuk, pencurian, perampokan, dan perkelahian merajalela.

Tapi karena ada uang haram mengalir ke kantong oknum, semua itu dianggap ‘biasa saja’, ‘tidak ada masalah’ Ini bukan sekadar pembiaran, ini pengkhianatan terang-terangan. Gaji mereka dibayar dari pajak kami, tapi mereka malah jadi penjaga gerbang kejahatan.

‎Yang paling menyakitkan, sampai detik ini, tahun berganti tahun, aturan tetap sama, tempat itu tetap buka lebar-lebar.

‎“Selama masih di sana, selama uang masih masuk, jangan harap ada perubahan, di sini hukum sudah mati, Dibunuh oleh orang yang seharusnya menjaganya, sabung ayam diwilayah Desa Dong Pandan Jabon Kab. Sidoarjo bukan lagi sekadar judi, tapi bukti nyata: kalau ada oknum yang dibeli, keadilan cuma jadi dongeng, dan kejahatan berjalan bebas selamanya,” ujarnya Narsum yang gak mau disebut namanya karena takut.

Kalau memang tidak ada penindakan tegas dari APH atau polsek setempat pihak warga dan Media akan meneruskan ke polda jatim atau langsung, CAL.110 Info kapolri.

(.Red)