Kerusakan Infrastruktur Pengendali Lahar Semeru Ditindaklanjuti melalui Asesmen Lapangan

Screenshot_20261103-201918

LUMAJANG – Terjangan banjir lahar Gunung Semeru di aliran Besuk Kobokan, Senin (2/11/2026), berdampak pada sejumlah infrastruktur pengendali aliran lahar yang masih dalam proses pembangunan. Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama pihak terkait segera melakukan asesmen untuk mengetahui tingkat kerusakan dan menentukan langkah penanganan.

Banjir lahar yang terjadi sekitar pukul 00.14 WIB tersebut disertai getaran banjir (Amak) sebesar 65 milimeter. Dampaknya, sejumlah bagian bangunan dam utama dan subdam yang sedang dikerjakan melalui skema multiyears dilaporkan mengalami kerusakan.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau kondisi kawasan terdampak dari pos pantau. Pemeriksaan juga diarahkan pada sejumlah titik bangunan pengendali, khususnya check dam di titik S2 dan S4.

Bupati menyampaikan bahwa pendataan kondisi infrastruktur diperlukan agar kerusakan dapat diketahui secara tepat dan penanganan berikutnya bisa dikoordinasikan dengan instansi berwenang.

“Setiap kerusakan perlu dipastikan melalui asesmen di lapangan. Hasilnya menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan bersama pihak terkait,” ujarnya.

Pemantauan dilakukan di tengah kondisi cuaca yang masih perlu diwaspadai. Pemerintah daerah juga memperhatikan sejumlah titik lain yang berpotensi mengalami longsor, sebagai bagian dari upaya mengantisipasi dampak bencana di kawasan sekitar Gunung Semeru.

Dalam kejadian banjir lahar tersebut, tidak dilaporkan adanya korban jiwa, termasuk dari kawasan aktivitas pertambangan. Bupati mengapresiasi kesadaran masyarakat terhadap mitigasi dan kewaspadaan dalam menghadapi potensi bahaya.

Pemkab Lumajang mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti arahan petugas dan menjauhi kawasan aliran sungai yang berpotensi terdampak lahar. Langkah asesmen dan pemantauan akan menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi infrastruktur serta keselamatan masyarakat di kawasan Besuk Kobokan. (Nick)