Walikota Blitar Pimpin Upacara Memperingati Hari Lahirnya Pancasila
Blitar – Liputan Warta Jatim, Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, memimpin langsung upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Alun-alun Kota Blitar, Senin (1/6/2026).
Acara ini menjadi momentum penguatan ideologi negara yang dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan daerah dan elemen masyarakat
Turut hadir dalam upacara tersebut antara lain Wakil Wali Kota Blitar, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Kapolres Blitar Kota, Komandan Kodim 0808/Blitar, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Negeri, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda), Kepala BPS Kota Blitar, serta seluruh Kepala Dinas, Camat, dan Lurah se-Kota Blitar.
Kehadiran seluruh unsur pemerintahan dan pertahanan keamanan ini mencerminkan kesatuan tekad dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai dasar negara.
Setelah upacara, dilanjutkan pawai pusaka dari alun alun Blitar menuju makam bung karno turut memeriahkan suasana dengan melibatkan unsur pelajar dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Para peserta menampilkan bentuk dan warna, pasukan paskibraka serta pertunjukan dan juga 5 tumpeng Besar yang menambah daya tarik acara.
Bahkan wali kota juga dengan menaiki becah beserta istrinya dan Dewan DPRD Blitar.
Masyarakat tampak antusias menyaksikan kirab dan pawai tersebut bersama keluarga di sepanjang rute yang kemudian diikuti para pembawa pusaka Garuda Pancasil Hari Lahir Pancasila di Kota Blitar.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai nasionalisme, kebudayaan, serta mempererat kebersamaan masyarakat dalam memperingati Hari Lahir Pancasila.
“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi.
Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” tegasnya.
Pancasila diposisikan sebagai jangkar moral bangsa dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika politik dunia.
Dengan berpegang teguh pada kelima sila, bangsa Indonesia diyakini mampu melewati berbagai tantangan zaman dengan tetap menjaga persatuan dan kedamaian.
(Irfan)
