Rezky Frans, di Perbatasan Menebus Batas Totalitas Bekerja Tanpa Batas

IMG-20260509-WA0238

Malaka – Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan kunjungan kerja resmi ke wilayah perbatasan Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL), tepatnya di Dusun Motamasin, Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka.

Kegiatan berlangsung pada Kamis, 7 Mei 2026, dengan tujuan meninjau langsung kondisi wilayah, menyamakan persepsi, serta memperkuat sinergitas dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara.

Rombongan DPD LPRI NTT dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LPRI NTT, Rezky Yunike Agustin Frans. Turut mendampingi antara lain Sekretaris Umum Malary Aryesto Riwu Rohi, Sekretaris Dua Yance Kaborang, Bendahara Jen Lena Nguru, Kepala Divisi Litbang Pendidikan Paulus Edi, serta Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LPRI Kabupaten Malaka, Ciryakus Kiik.

Kedatangan tim LPRI disambut hangat dan langsung oleh Komandan Kompi (Danki) 3 Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur, Yonarmed 12 Kostrad, Kapten Arm Rosy Pujiantoro, beserta seluruh prajurit yang bertugas di pos pengamanan perbatasan tersebut.

Dalam pertemuan tertutup dan dialog terbuka yang digelar di lokasi, kedua belah pihak membahas berbagai hal strategis dan mendalam. Materi diskusi meliputi pengamanan garis batas negara, perkembangan situasi keamanan, potensi masalah yang muncul, hingga upaya penyelesaian yang telah dijalankan.

Fokus utama pertemuan adalah mencari solusi bersama, menyatukan pandangan, serta memastikan seluruh aktivitas di wilayah perbatasan berjalan sesuai hukum dan peraturan perundang-undangan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di titik pintu masuk negara Motamasin ini, disepakati adanya kesamaan persepsi yang kuat: menjaga keamanan nasional, ketertiban umum, dan kedamaian antarwarga kedua negara adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Mulai dari aparat keamanan, lembaga pengawasan, hingga masyarakat setempat memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan wilayah perbatasan.

Kapten Arm Rosy Pujiantoro dalam pemaparannya menyampaikan bahwa secara umum kondisi keamanan di perbatasan Motamasin berjalan aman, terkendali, dan kondusif.

“Memang ada beberapa hal kecil yang sempat menjadi pembicaraan atau menimbulkan ketidaknyamanan, namun itu murni hanya kesalahpahaman semata. Kami bersama pihak terkait sudah menyelesaikannya dengan baik dan damai. Tidak ada masalah besar yang mengganggu kedaulatan atau keamanan negara,” ungkap Kapten Rosy.

Lebih jauh ia menegaskan, tugas Satgas Pamtas tidak sekadar menjaga batas wilayah dan mencegah kegiatan ilegal lintas batas, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan sosial dan kemanusiaan bersama masyarakat.

“Banyak hal yang sudah dan terus kami lakukan selain menjaga keamanan. Kami rutin mengadakan pengobatan gratis bagi warga, kerja bakti dan gotong royong membangun atau memperbaiki rumah warga, membantu pembangunan fasilitas umum, serta mendampingi warga dalam kegiatan sosial budaya. Intinya kami hadir bukan hanya sebagai pengamanan, tapi juga mitra dan saudara masyarakat perbatasan,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi kunjungan tim LPRI, yang dinilainya sebagai bentuk perhatian nyata. “Kedatangan rombongan DPD LPRI NTT ini merupakan kebanggaan besar bagi saya dan seluruh anggota. Ini bukti perhatian dan dukungan dari lembaga pengawasan terhadap tugas kami,” tegasnya.

Kapten Rosy pun meminta agar DPD LPRI NTT dan DPC Malaka terus aktif memantau perkembangan situasi, memberikan masukan, serta senantiasa menjalin komunikasi dan pertukaran informasi terkini. Hal ini bertujuan agar setiap peristiwa di wilayah lintas batas Motamasin dapat ditangani lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Sementara itu, Ketua DPD LPRI NTT, Rezky Yunike Agustin Frans, menjelaskan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah melihat dan mendengarkan gambaran langsung dari pihak TNI di lapangan. Ia juga menegaskan peran strategis organisasi yang dipimpinnya.

“Kami hadir ke sini bukan untuk mengawasi semata, melainkan menjalankan fungsi LPRI sebagai lembaga pengawasan, pendorong reformasi, serta mitra strategis pemerintah dan aparat. Kami ingin memastikan seluruh kebijakan, pelayanan, dan upaya di wilayah perbatasan berjalan benar, transparan, dan bermanfaat bagi rakyat,” ujar Rezky.

Ia menambahkan, wilayah perbatasan adalah wajah depan negara, sehingga kedaulatan dan kesejahteraan warga di sana menjadi prioritas utama. “LPRI akan terus mendukung setiap langkah positif yang dilakukan Satgas Pamtas dan pemerintah daerah. Kami juga siap memfasilitasi penyampaian aspirasi warga maupun aparat ke tingkat yang lebih tinggi jika diperlukan,” tambahnya.

Rezky juga memberikan apresiasi tinggi atas kinerja seluruh prajurit. Menurutnya, para prajurit telah bekerja sangat baik, profesional, dan penuh dengan semangat pengabdian.

Kegiatan kunjungan kerja ini ditutup dengan peninjauan langsung ke titik batas negara dan sesi foto bersama. Momen ini menandai penguatan kerja sama yang erat antara LPRI dan Satgas Pamtas RI-RDTL, demi mewujudkan wilayah perbatasan yang aman, damai, dan sejahtera.

(Red)