Gila!! Modus Baru Selundupkan Emas: Diubah Jadi Gel, Disembunyikan di Bra dan Celana Dalam

image_b3d4210e

JAKARTA — Sindikat penyelundup emas ilegal kini semakin cerdik mengecoh petugas.

Bareskrim Polri bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan baru saja membongkar modus operandi baru, di mana emas batangan dilebur menjadi gel lalu disembunyikan di dalam pakaian dalam.Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Moh. Irhamni, menjelaskan bahwa pelaku kini tidak lagi hanya menggunakan jalur konvensional seperti membawa emas batangan.

Mereka beralih menggunakan bubuk emas yang disisipkan ke dalam bra wanita hingga celana dalam pria.”Kami menginformasikan tentunya modus-modus operandi baru telah berkembang.

Selain berupa balok emas (batangan), sekarang telah berkembang berupa bubuk yang ditempatkan di pakaian dalam, baik wanita (bra) ataupun celana dalam pria,” ujar Irhamni dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bea dan Cukai, Selasa (18/8/2026).

Emas Diubah Jadi Gel demi Kelabui X-RayCara kerja modus baru ini tergolong rapi. Pelaku terlebih dahulu melebur emas batangan menjadi bubuk, kemudian mencampurnya dengan zat kimia khusus dan pewarna hingga teksturnya berubah menjadi gel.

Langkah ini sengaja dilakukan agar komoditas berharga tersebut tidak terdeteksi oleh mesin pemindai (X-ray) di bandara.

Gel berisi bubuk emas itu selanjutnya dimasukkan ke dalam kantong pakaian dalam yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa sebelum dipakai oleh kurir.

Modus Ekstrem: Dimasukkan ke Dubur dan Kemaluannya pengawasan dari petugas membuat para penyelundup nekat menempuh cara-cara ekstrem yang membahayakan tubuh. Sebelum kasus gel emas ini mencuat, Bea Cukai telah menggagalkan dua upaya penyelundupan berbeda di Bandara Soekarno-Hatta pada 10 dan 11 Agustus lalu.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan bahwa para pelaku memanfaatkan rongga tubuh hingga celah operasional bandara untuk meloloskan barang selundupan mereka.”Dalam waktu kurang dari 24 jam, Bea Cukai menghadapi dua modus berbeda.

Yang pertama, dengan cara dimasukkan ke area kemaluan wanita dan dubur,” ungkap Purbaya pada Kamis (13/8/2026).

Purbaya menambahkan, pada kasus kedua di hari berikutnya, pelaku memanfaatkan celah dari penanganan darat yang baru (new ground handling) untuk mengirimkan emas langsung kepada penumpang yang sudah berada di dalam.

Merespons tren ini, pihak kepolisian meminta seluruh jajaran dan petugas bandara untuk memperketat pengawasan.

Polisi memprediksi para sindikat akan terus memutar otak mencari celah baru seiring dengan semakin masifnya penindakan dan canggihnya teknologi pemindaian milik Bea Cukai. [red/hen]