Kapolri Siapkan Program Polisi Peduli Pengagguran (POLIRAN) Gandeng Lintas Kementerian Berdayakan Pengangguran dan Eks Pecandu
JAKARTA – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto tengah mempersiapkan program inovatif bertajuk Polisi Peduli Pengangguran (Poliran).
Program ini dirancang untuk merangkul masyarakat yang belum memiliki pekerjaan agar dapat kembali produktif sekaligus menekan potensi gangguan keamanan.
Menurut Jenderal Suyudi, tingginya angka pengangguran memiliki korelasi erat dengan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Oleh karena itu, Polri mengambil langkah proaktif dengan menghadirkan solusi dari hulu.
“Pengangguran berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Melalui Poliran, kita ingin membantu masyarakat agar memiliki keterampilan dan kembali produktif,” ujar Suyudi dalam keterangannya.
Dalam pelaksanaannya nanti, Polri akan mengoptimalkan peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di garda terdepan.
Para personel Bhabinkamtibmas akan mendata dan mengajak warga desa yang tidak bekerja untuk mengikuti berbagai pelatihan keterampilan.
Untuk memastikan program ini berjalan efektif, Polri tidak bergerak sendiri.
Korps Bhayangkara bersinergi dengan pemangku kepentingan di tingkat desa serta lintas kementerian, di antaranya:
• Pendamping Desa dan Balai Latihan Kerja (BLK) di daerah.
• Kementerian Ketenagakerjaan untuk penyediaan instruktur dan sertifikasi keahlian.
• Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan untuk dukungan perlindungan serta pemulihan sosial.
Sasar Mantan Pengguna Narkoba
Selain masyarakat umum, program Poliran memiliki sasaran khusus, yaitu para mantan pengguna narkotika yang telah menyelesaikan masa rehabilitasi namun masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Jenderal Suyudi menekankan bahwa kerentanan ekonomi dan penolakan sosial sering kali menjadi pemicu utama (trigger) yang membuat mantan pecandu kembali terjerumus ke lingkaran hitam narkoba (relapse).
“Kesulitan memperoleh pekerjaan dapat menjadi salah satu faktor utama yang membuat mereka kembali menggunakan narkotika.
Program ini hadir untuk memutus rantai tersebut dengan memberikan mereka kesempatan kedua,” jelasnya.
Saat ini, program Poliran masih dalam tahap persiapan matang sebelum nantinya diluncurkan secara resmi dan diterapkan secara masif di seluruh wilayah Indonesia.
Jika Anda ingin mengembangkan artikel ini lebih lanjut, saya bisa membantu untuk:
• Membuat kutipan langsung fiktif yang realistis untuk memperkuat narasi.
• Menambahkan sub-judul (sub-heading) tambahan jika ingin format yang lebih panjang.
• Mengubah gaya penulisan menjadi lebih formal atau justru lebih populer/casual. [Redhen]
