Korsleting Kipas Angin Berujung Maut, 2 Bocah di Sukomanunggal Surabaya Meninggal Terkunci di Kamar Pintu

FB_IMG_1789356894854

SURABAYA – Duka mendalam menyelimuti warga Jalan Simorejo XVI Nomor 4, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya.

Dua anak laki-laki yang merupakan kakak beradik, Kaffa Bihi Abdillah (7) dan Khotibul Umam (5), ditemukan meninggal dunia setelah terjebak di dalam kamar yang terbakar pada Minggu (13/9/2026) sore.

Peristiwa memilukan ini pertama kali dilaporkan ke Call Center Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya pada pukul 15.38 WIB.

Warga sekitar sempat panik dan mencoba memberikan pertolongan saat melihat asap mengepul dari dalam rumah.

Namun, upaya penyelamatan terkendala karena pintu kamar korban dalam kondisi terkunci dari luar menggunakan kaitan rantai.

“Menurut keterangan warga, pintu kamar dikunci dengan mengaitkan rantai pada sisi pintu dan tembok,” ujar Kabid Damkar Kota Surabaya, M. Rokhim, saat dikonfirmasi.Warga sempat berusaha mendobrak pintu tersebut.

Sayangnya, kobaran api di dalam ruangan sudah terlanjur membesar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik pada komponen kipas angin dan exhaust fan di dalam kamar.

Percikan api dari arus pendek tersebut kemudian menyambar kasur dan dengan cepat menghanguskan seisi ruangan.

Merespons laporan kebakaran, DPKP Kota Surabaya langsung mengerahkan total 9 unit kendaraan, yang terdiri dari 4 unit mobil pemadam kebakaran dan 5 unit tim rescue.

Petugas bergerak cepat dan tiba di lokasi kejadian hanya dalam waktu enam menit, tepatnya pukul 15.44 WIB.Saat petugas tiba, kobaran api utama sebenarnya sudah berhasil dipadamkan oleh warga.

Petugas Damkar segera melakukan proses pembasahan dan penyisiran area untuk memastikan suhu tembok kembali aman serta mengantisipasi munculnya titik api susulan.

Seluruh proses penanganan di lokasi dinyatakan selesai total pada pukul 17.28 WIB.

Meski api cepat diatasi, nyawa kedua bocah malang tersebut sudah tidak dapat tertolong.

Mereka ditemukan oleh warga dalam kondisi meninggal dunia akibat menghirup asap pekat dan terjebak di dalam ruangan yang panas.

Tragedi memilukan ini menjadi peringatan keras bagi seluruh orang tua dan masyarakat.

Publik diimbau untuk selalu memeriksa kelayakan instalasi listrik secara berkala, terutama pada peralatan elektronik yang menyala terus-menerus di kamar anak.

Selain itu, demi keselamatan darurat, sangat tidak direkomendasikan meninggalkan anak-anak balita di dalam ruangan dengan pintu yang terkunci rapat dari luar. [Red hen]