Menko Pangan Tinjau KDKMP Tambakrejo, Pemkab Sidoarjo Dorong Penguatan Ekonomi Desa

IMG-20261017-WA0027

SIDOARJO – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (15/10/2026). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok bersubsidi sekaligus melihat kesiapan koperasi dalam melayani masyarakat. Dalam kesempatan itu, Zulkifli didampingi Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana.

Zulkifli mengatakan, KDKMP yang dibangun dengan anggaran Rp3 miliar tersebut dirancang sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Untuk mendukung operasional dan distribusi barang, KDKMP Desa Tambakrejo dilengkapi satu unit truk logistik, satu unit mobil pikap, serta dua unit bentor (becak motor).

“Ini bukan sekadar toko atau supermarket, melainkan koperasi milik seluruh warga Desa Tambakrejo. Gedung megah dan sarana ini hadir langsung untuk melayani kebutuhan bapak dan ibu di sini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, KDKMP berperan sebagai penghubung langsung antara produsen dan masyarakat guna mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak. Melalui koperasi tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai kebutuhan bersubsidi, termasuk pupuk bagi petani.

“Para petani lokal dapat menebus pupuk subsidi langsung dari pabrik hanya dengan menunjukkan KTP di KDKMP Tambakrejo ini,” jelas Zulkifli.

Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mendukung pengembangan KDKMP. Salah satu upaya yang dilakukan ialah mendorong Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo memberikan pendampingan serta pelatihan kepada para pengurus agar pengelolaan koperasi semakin profesional dan berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen mendukung program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi di tingkat desa dan kelurahan,” tegasnya.

Menurut Mimik, keberadaan KDKMP juga diharapkan memberikan manfaat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelibatan UMKM lokal dinilai dapat membuka peluang usaha, memperluas akses pemasaran produk, serta mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

“Melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas pengurus, dan keterlibatan pelaku UMKM, KDKMP di Kabupaten Sidoarjo diharapkan mampu tumbuh menjadi salah satu penggerak ekonomi desa dan kelurahan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” harapnya.

Lebih lanjut, Zulkifli menyampaikan bahwa KDKMP juga menyediakan akses terhadap beras bersubsidi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), LPG tiga kilogram seharga Rp16 ribu, serta minyak goreng bersubsidi seharga Rp16.700 per liter.

Selain memenuhi kebutuhan pokok, koperasi tersebut direncanakan menjadi lokasi penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan berupa beras dari pemerintah.

KDKMP juga direncanakan menyediakan layanan keuangan melalui agen Bank Negara Indonesia (BNI). Layanan ini diharapkan memudahkan masyarakat melakukan transaksi perbankan, membayar tagihan, serta mengakses layanan keuangan lainnya, termasuk untuk mendukung pengembangan usaha UMKM.

“Nanti di sini ada agen BNI 46. Ibu-ibu nanti setor uang cukup di sini, enggak usah ke bank lagi, di sini aja. Bayar listrik di sini, ngambil uang anaknya kerja di Arab, kirim uang, ambil di sini. Mudah enggak? Gampang enggak? Nanti kalau punya usaha UMKM, usaha kue, usaha apa saja, mau pinjam uang di sini juga,” jelas Zulkifli.

Ia juga meminta agar KDKMP Desa Tambakrejo dikelola secara profesional dengan pengawasan yang ketat. Kepala desa selaku Ketua Dewan Pengawas, bersama kepala koperasi dan manajer, diharapkan menjalankan tanggung jawab masing-masing untuk menjamin keberlangsungan operasional koperasi.

“Koperasi ini punya Bapak, punya Ibu, warga Desa Tambakrejo. Oleh karena itu, yang bertanggung jawab nanti Kadesnya bersama kepala koperasi dari warga sini yang dibantu manajer koperasi. Selama dua tahun ini akan digaji sama PT Agrinas Pangan,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, sebanyak 207 KDKMP telah selesai dibangun di Kabupaten Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, 57 KDKMP telah beroperasi.

Melalui peninjauan ini, Pemkab Sidoarjo terus mendorong penguatan KDKMP melalui pendampingan pengurus, peningkatan kapasitas kelembagaan, dan pelibatan UMKM lokal. Upaya tersebut diharapkan dapat menjadikan koperasi sebagai penggerak ekonomi desa dan kelurahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. [Redhen]