Advokat Nurhadi Bicara: Kesalahan Fatal Saat Qurban yang Masih Sering Terjadi di Indonesia
SURABAYA – Hari Raya Idul Adha 1447 H menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial melalui ibadah qurban. Namun sayangnya, masih banyak kesalahan fatal saat qurban yang sering terjadi di Indonesia karena kurangnya pemahaman syariat dan minimnya edukasi agama.
Melalui momentum Idul Adha ini, masyarakat diingatkan bahwa qurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga bentuk ibadah yang memiliki aturan, adab, dan nilai spiritual yang sangat besar.
Qurban Bukan Sekadar Ritual Tahunan
Qurban adalah ibadah mulia yang meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tentang ketaatan total kepada Allah SWT.
Namun saat ini, sebagian orang justru:
Berqurban demi pencitraan
Ingin dipuji manusia
Mengutamakan gengsi
Tidak memahami syariat qurban
Mengabaikan ketentuan agama
Padahal tujuan utama qurban adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan mencari popularitas.
Kesalahan Fatal Saat Qurban yang Masih Sering Terjadi
1. Niat Qurban Tidak Ikhlas
Masih banyak orang berqurban hanya demi status sosial, konten media sosial, atau ingin dianggap dermawan.
Padahal ibadah tanpa keikhlasan dapat mengurangi nilai pahala di sisi Allah SWT.
2. Hewan Qurban Tidak Memenuhi Syarat
Kesalahan yang sering terjadi:
Hewan sakit
Hewan cacat
Hewan terlalu kurus
Umur hewan belum memenuhi syarat
Dalam syariat Islam, hewan qurban harus sehat dan layak.
3. Penyembelihan Tidak Sesuai Syariat
Beberapa kesalahan saat penyembelihan:
Tidak membaca basmalah
Menyiksa hewan
Menggunakan alat tumpul
Tidak menghadap kiblat
Menyembelih dengan kasar
Islam mengajarkan penyembelihan yang manusiawi dan penuh adab.
4. Salah dalam Pembagian Daging Qurban
Masih banyak kasus:
Pembagian tidak merata
Tidak tepat sasaran
Panitia mengambil bagian berlebihan
Orang miskin justru tidak mendapat bagian
Padahal qurban mengajarkan keadilan sosial dan kepedulian kepada sesama.
5. Menunda Qurban Padahal Mampu
Sebagian orang mampu secara finansial tetapi terus menunda qurban karena lebih mengutamakan gaya hidup, gengsi, atau kebutuhan duniawi.
Idul Adha mengajarkan bahwa harta bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga untuk berbagi.
6. Menjadikan Qurban Sebagai Ajang Pamer
Di era media sosial, ibadah sering berubah menjadi ajang pencitraan.
Padahal qurban mengajarkan:
Kerendahan hati
Keikhlasan
Pengorbanan
Membersihkan hati dari kesombongan
Hikmah Besar dari Ibadah Qurban
Qurban mengajarkan umat Islam untuk:
Melatih keikhlasan
Menghilangkan ego dan kesombongan
Meningkatkan kepedulian sosial
Mendekatkan diri kepada Allah SWT
Membentuk pribadi yang amanah dan rendah hati
Karena sejatinya yang sampai kepada Allah bukan darah dan daging hewan qurban, tetapi ketakwaan manusia.
Pesan Advokat Nurhadi
Menurut ADV NURHADI SE SH MH CPM CDM, Idul Adha adalah momentum terbaik untuk muhasabah diri dan memperbaiki hati.
“Qurban mengajarkan bahwa jabatan, kekayaan, dan kesombongan tidak akan dibawa mati. Yang dibawa hanyalah amal baik, ketakwaan, dan kejujuran.”
(yd)
