Heru MAKI : Idul Adha Bukan Sekedar Ritual, Tapi Bentuk Kepedulian Antar Sesama Manusia

Screenshot_20260526-212911

SURABAYA – Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026H dimaknai MAKI Jawa Timur bukan hanya sebagai momentum ibadah dan perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai seruan moral untuk memperkuat kepedulian sosial, nilai kemanusiaan, dan semangat persaudaraan di tengah kehidupan masyarakat yang terus menghadapi berbagai tantangan sosial. Melalui pesan yang disampaikan pada Selasa (26/5/2026), Ketua Koordinator Wilayah Provinsi Jawa Timur MAKI, Heru Satriyo, mengajak masyarakat menjadikan Iduladha sebagai titik refleksi untuk membangun kehidupan yang lebih harmonis, peduli, dan penuh keikhlasan.

Dalam keterangannya, Heru Satriyo menekankan bahwa makna kurban sejatinya tidak hanya terletak pada penyembelihan hewan kurban semata, melainkan pada ketulusan hati dan kesiapan untuk berbagi demi kepentingan sesama. Menurutnya, semangat pengorbanan dalam Iduladha harus mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan nyata yang memperkuat solidaritas sosial dan rasa kemanusiaan.

“Selamat Hari Raya Iduladha 1447 H. Semoga semangat berkurban menumbuhkan keikhlasan, mempererat persaudaraan, dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Heru Satriyo.

Ia menilai bahwa di tengah dinamika kehidupan modern yang semakin kompleks, masyarakat membutuhkan penguatan nilai kebersamaan dan empati sosial agar hubungan antarsesama tetap harmonis. Semangat berbagi yang terkandung dalam Iduladha dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang damai, saling menghargai, dan penuh kepedulian.

Lebih lanjut, Heru mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk menjadikan momentum Iduladha sebagai sarana mempererat hubungan sosial sekaligus membangun budaya peduli terhadap sesama tanpa memandang latar belakang perbedaan.

“Mari jadikan Iduladha sebagai momentum untuk berbagi, peduli sesama, dan memperkuat nilai kemanusiaan,” lanjutnya.

Sebagai organisasi yang aktif mendorong penguatan integritas sosial dan pengawasan publik, MAKI Jawa Timur memandang bahwa nilai-nilai luhur Iduladha memiliki hubungan erat dengan semangat membangun masyarakat yang jujur, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan bersama. Nilai keikhlasan dan pengorbanan diyakini mampu menjadi kekuatan moral dalam menjaga persatuan serta memperkuat kehidupan sosial yang sehat dan berkeadilan.

Heru Satriyo juga berharap nilai-nilai Iduladha tidak berhenti sebagai simbol perayaan tahunan, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, pekerjaan, organisasi, maupun kehidupan bermasyarakat secara luas. Menurutnya, penguatan nilai kemanusiaan menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas sosial dan mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Jawa Timur.

Seruan moral yang disampaikan MAKI Jawa Timur tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap terciptanya suasana masyarakat yang damai, harmonis, dan penuh toleransi selama perayaan Hari Raya Iduladha 1447 H berlangsung.

Melalui momentum suci Iduladha tahun ini, MAKI Jawa Timur berharap semangat pengorbanan, kepedulian sosial, dan kebersamaan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga mampu melahirkan lingkungan sosial yang lebih humanis, saling mendukung, dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Jawa Timur maupun Indonesia secara luas. (yd)